Ingat, 2 Hari Sebelum Kepulangan Barang Bagasi Jemaah Haji Ditimbang

Ketua PPIH Arab Saudi Subhan Cholid
Ketua PPIH Arab Saudi Subhan Cholid

MAKKAH, SRIWIJAYAPLUS.COM – Puncak haji bagi jemaah haji Indonesia sedang berlangsung di Arafah, Muzdalifah, dan Mina.

Fase ini merupakan bagian penting dari ibadah haji dan biasanya berlangsung selama beberapa hari.

Selama masa ini, jemaah haji akan melaksanakan serangkaian ritus dan ibadah yang termasuk dalam haji.

Arafah adalah tempat di mana jemaah haji berkumpul dan melakukan doa dan ibadah di Gunung Arafah pada tanggal 9 Zulhijah.

Muzdalifah adalah wilayah di antara Arafah dan Mina, tempat jemaah haji menginap dan melaksanakan ibadah pada malam hari setelah berada di Arafah.

Baca Juga :  Cuti Produktif Pj Bupati Apriyadi Bareng Kapolres Siswandi

Fase puncak haji ini akan berakhir pada tanggal 13 Zulhijah 1444 H atau 1 Juli 2023 M.

Setelah fase ini selesai, jemaah haji akan melanjutkan perjalanan mereka untuk melaksanakan ibadah-ibadah lainnya yang termasuk dalam haji, seperti tawaf di Ka’bah dan Sai antara bukit Safa dan Marwah di Makkah.

Menurut Ketua Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi, Subhan Cholid, proses kepulangan jemaah haji Indonesia akan dimulai pada tanggal 4 Juli 2023.

“Jemaah haji kloter pertama akan pulang ke tanah air 4 Juli 2023. Dua hari sebelum kepulangan koper para jemaah akan ditimbang terlebuh dahulu,” terang Subhan usai pimpin rapat kepulangan jemaah haji, Kamis 29 Juni 2023.

Fase kepulangan ini merupakan tahap terakhir dalam pelaksanaan ibadah haji.

Selama fase kepulangan, jemaah haji akan meninggalkan Makkah menuju bandara untuk kembali ke Indonesia.

Baca Juga :  Deolipa Bikin Album Lagu Gangster Sambo Usai Dipecat dari Pengacara Bharada E

Proses kepulangan biasanya melibatkan persiapan logistik yang melibatkan pihak-pihak terkait, termasuk otoritas Saudi Arabia dan pemerintah Indonesia, untuk memastikan keberangkatan jemaah haji berjalan dengan lancar.

Penting bagi jemaah haji untuk memahami ketentuan terkait barang bawaan yang berlaku selama kepulangan.

Meminta maskapai penerbangan, seperti Garuda Indonesia dan Saudia Airlines, untuk melakukan sosialisasi adalah langkah yang baik guna memastikan jemaah haji memahami persyaratan yang harus dipenuhi.

Selain itu, terkait dengan barang bawaan, jemaah haji juga perlu memperhatikan ketentuan dan prosedur bea cukai yang berlaku baik di Arab Saudi maupun di Indonesia.