Rekaman Penjual Dawet di Stadion Kanjuruhan, Humas Polri: CCTVnya Masih Kita Dalami

Stadion Kanjuruhan
Pengakuan Penjual Dawet di Stadion Kanjuruhan. (Ft:net)

MALANG, SRIWIJAYAPLUS.COM – Kepolisian berjanji akan mendalami dan menyelidikan rekaman suara seorang penjual dawet.

Menurut data di lapangan, ada kesaksian seorang penjual dawet  yang menceritakan kericuhan di Stadion Kanjuruhan, Malang, Sabtu (1/10).

“Ya sedang didalami oleh tim sidik,” kata Kadiv Humas Polri Irjen Dedi Prasetyo saat dikonfirmasi, Sabtu (8/10) seperti dilansir CNN.com.

Tudingan penjual dawet yang mengatakan adanya suporter Arema yang mabuk saat nonton dibantah oleh Aremania.

Baca Juga :  Ferdy Sambo: Izinkan Saya Sebagai Manusia yang Tidak Lepas dari Kekhilafan

”Hoax Itu. Bisa saya pastikan,” kata Agus Babon.

Agus Babon, Aremania dari Malang Kota, mengatakan tidak mungkin bisa masuk minuman keras botol ke tribune lantaran sudah dilakukan pemeriksaan ketat sebelum masuk ke tribun.

“Mustahil itu ada botol minuman di dalam tribune. Pakai logika saja. Pemeriksaan masuk itu ketat. Wong korek api saja disita kok, ini ada botol minuman, enggak masuk akal,” kata Agus kepada CNNIndonesia.com.

Terkait Tragedi Kanjuruhan ini, enam orang telah ditetapkan sebagai tersangka. Yakni, Direktur Utama PT LIB Ahkmad Hadian Lukita, Ketua Panpel Arema FC Abdul Haris, serta Security Officer Suko Sutrisno.

Baca Juga :  Mawardi Yahya Hadiri Rapat Paripurna LIX DPRD Sumatera Selatan dengan Agenda Penyampaian Laporan Hasil Pelaksanaan Kegiatan Reses

Kadiv Humas Polri Irjen Dedi Prasetyo menyebut tim investigasi Mabes Polri juga akan mendalami CCTV di pintu 3 yang memang banyak penjual di lokasi tersebut.

“Pintu 3 termasuk CCTV-nya yang dianalisa oleh tim Labfor, Inafis dan penyidik,” ujarnya.

Beredar rekaman suara si penjual dawet yang mengaku penyebab banyaknya korban di Kanjuruhan, bukan karena gas air mata, tapi suporter yang “uyel-uyelan” sambil menuding penggunaan miras.

”Wong suporter sakdurunge wis ngombe kabeh (suporter sebelumnya sudah pada minum). Yang meninggal pun itu banyak yang berbau alkohol,” kata si penjual dawet dalam rekaman suara itu. (*)

Response (1)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *