Dinas Kebudayaan Kota Palembang Hadirkan Zuriat Pangeran Kramajaya dan Pihak Pembeli Lahan

Pengrusakan Komplek Pemakaman Pangeran Kramajaya

PALEMBANG, SRIWIJAYAPLUS.COM – Dinas Kebudayaan (Disbud) Kota Palembang menggelar rapat koordinasi lanjutan membahas Objek Diduga Cagar Budaya (ODCB) yaitu komplek Pemakaman Pangeran Kramajaya bersama pihak terkait di ruang rapat pamong budaya, Disbud kota Palembang, Kamis 25 Januari 2023 dengan di pimpin Kepala Disbud Kota Palembang Agus Rizal AP Msi.

Rapat di bagi dua sesi segi pagi menghadirkan zuriat Pangeran Kramajaya di pimpin Raden Iskandar Sulaiman lalu sesi siang di hadiri pihak yang klaim tanah Pangeran Kramajaya yaitu Asit Chandra di wakili pengacaranya dan latief.

Turut hadir diantaranya Perwakilan Ditjen Kemendikbud RI, Balai Pelestarian Kebudayaan VI Sumatera Selatan, Tim Ahli Cagar Budaya (TACB) kota Palembang, Brin Sumsel, kepolisian, BPN kota Palembang.

Baca Juga :  Berikut 7 Manfaat Buah Bacang Bagi Kesehatan

Sebelumnya 30 Desember 2022 hampir seluruh nisan di areal komplek Pemakaman Pangeran Kramajaya dan keluarga yang terletak di Jalan Segaran, Lr Kambing, Kelurahan 15 Ilir, IT I, Palembang, di patahkan dan dihancurkan oleh oknum yang tidak bertanggungjawab.

Kali ini areal komplek pemakaman luasnya 500 meter persegi kini dikeliling di tutup dengan seng oleh oknum yang tidak bertanggungjawab.

Pemakaman Pangeran Kramajaya dan keluarga sudah tercatat di Dinas Kebudayaan Kota Palembang dengan nomor urut 013 dan sudah tercatat di Nomor Registrasi Nasional : PO2018090600566.

Kepala Disbud Kota Palembang Agus Rizal AP Msi membenarkan pihaknya hari ini menggelar rapat koordinasi lanjutan terkait sengketa Komplek Pemakaman Pangeran Kramajaya.

Baca Juga :  Ratu Dewa Ingatkan Kebhinekaan

“Intinya adalah kami lagi menggali data-data terkait dengan makam Kramajaya baik dari sisi pak Iskandar dan pak Asit Chandra selaku pembeli maupun pak Latief , “ katanya.

Selain itu menurutnya para pihak mengecam pengrusakan terhadap makam Pangeran Kramajaya dan pihaknya berharap kedua belah pihak menahan diri untuk tidak melakukan kegiatan atau merusak objek di duga cagar budaya ini karena sesuai undang-undang apabila objek di duga cagar budaya harus di lindungi.

“Kami mendorong percepatan dokumen sehingga bisa di verifikasi oleh tim verifikator secepatnya jadi kami minta waktu kemana mereka dokumen untuk verifikasi itu segera dilengkapi baik dari pak Iskandar maupun kami minta juga data dari pak Latief bagaimana garis keturunan sebenarnya,” katanya.

Sedangkan perwakilan zuriat Pangeran Kramajaya Raden Iskandar Sulaiman mengatakan, seluruh permasalahan soal makam Pengeran Kramajaya sudah jelas dan nampak.

Baca Juga :  Dorong Masyarakat Sumsel Menjadi Inovator dengan Manfaat Berkesinambungan

“Dari pihak BPN sudah jelas, sudah disampaikan tadi dalam pertemuan dan Insya Allah semua berjalan sempurna , cuma terus terang saya akan tetap berjuang bersama yang lain walau tetap bagaimanapun aku tetap di depan, aku tidak mau di injak –injak,” katanya.

Soal pemasangan pagar seng di kawasan pemakaman Pangeran Kramajaya , Iskandar Sulaiman mengaku sakit hati dan menurutnya tinggal bagaimana langkah Dinas Kebudayaan Kota Palembang bagaimana menyikapi hal tersebut.

Mengenai pemindahan Makam Pangeran Kramajaya dari Probolinggo ke Palembang, menurut Iskandar Sulaiman tidak ada kebenaran alami yang ada kebenaran sejarah.

“Itu saja patokanku, “ katanya.

Iskandar Sulaiman kembali menegaskan kalau komplek Makam Kramajaya tidak akan dipindahkan.

Baca Juga :  FKPT Sumsel Gelar Pelatihan Broadcasting untuk Milenial

“Tinggal keputusan Dinas Kebudayaan kota Palembang, bagaimana, saya tidak pernah mundur,” katanya.

Sedangkan kuasa hukum Asit Chandra, Erawan SH mengatakan, dalam rapat tadi menurutnya masih membahas dokumen masing-masing dari para pihak yang diundang rapat karena masih kurang.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *